Strategi Transfer Persib 2020 Seperti Barcelona, Liverpool dan Juventus !
- persib fanshop

- 26 Jan 2020
- 4 menit membaca
Oleh : Lingga Sinatrya
Seperti tidak lazim perburuan pemain Persib dibursa transfer untuk musim kompetisi 2020 ini karena biasanya Persib menjadi tim teraktif diantara kontestan Liga 1 Indonesia untuk menggaet pemain berkualitas yang akan mengarungi musim baru.
Di tahun 2020 bisa dibilang manuver manajemen Persib seperti tidak bergairah untuk merekrut pemain baru, sampai saat artikel ini diterbitkan Persib baru resmi merekrut 3 pemain baru yaitu Victor Igbonefo (DF), Benny Okto (FW) dan yang terakhir Teja Paku Alam (GK).
Bila dibandingkan dengan tim Liga 1 lainnya persib dibilang sangat minim pergerakan ketimbang musim-musim sebelumnya, terakhir ada isu bahwa duo naturalisasi Ilija Spasojevic dan Irfan Bachdim bersedia berlabuh ke Persib namun pelatih Robert Rene Albert mengatakan "itu tergantung manajemen karena kedua pemain itu punya harga dan kami juga punya dana yang terbatas dan ini normal" imbuhnya.
Hal ini sangat mengherankan karena dimasa lalu Persib seolah tak peduli dengan harga pemain yang diinginkannya, jangan lupa Persib pernah mendatangkan Essien yang di musim 2017 menjadi pemain dengan bayaran termahal di Liga 1 Indonesia.
Lalu kenapa di musim ini persib seperti bukan tim kaya seperti yang sering orang bicarakan? Apakah persib bukan tim kaya lagi?. Mungkin sepintas memang kesannya seperti itu tapi ada hal yang menarik bila diteliti dari strategi kebijakan transfer Persib di musim 2020 ini.
Persib telah terbukti gagal total di musim 2017 setelah mereka menggelontorkan uang besar untuk merekrut pemain bintang tapi diakhir kompetisi hanya menempati papan tengah diklasemen akhir. Hal itu yang membuat manajemen merubah strategi transfernya seperti Barcelona 2008 , Liverpool 2017 dan Juventus 2010.
Barcelona 2008/2009
Musim 2008/2009 barcelona pertama kali dilatih oleh Pep Guardiola saat itu Pep memang berencana banyak mengorbitkan pemain binaan La Mansia untuk promosi ke tim utama, jadi pep hanya membeli beberapa pemain untuk menambal posisi yang dirasa kurang mumpuni.

Barcelona saat itu hanya membeli 5 pemain Aliaksandr Hleb (MF), Martin Caceres (DF), Seydou Keita (MF), dan Dani Alves (DF). Ditahun itu juga Pep Guardiola Berhasil mengorbitkan Sergio Busquet dan memulangkan Pique dari Manchester United. Dan di musim 2008/2009 barcelona berhasil meraih Treble Winners.
Liverpool 2017/2018
Ditahun kedua pelatih Jurgen Klopp melatih The Reds memang banyak sekali perombakan pemain. Total Jurgen Klopp mendatangkan 13 Pemain baru namun harus kehilangan 14 pemain termasuk Coutinho, Daniel Sturridge dan Lucas Leiva.
Dari 13 pemain baru memang lebih banyak pemain muda yang akan bermain di tim pelapis , Setelah menjual pemain bintangnya Coutinho ke Barcelona dengan nilai transfer fantastis. Dana penjualan sang mega bintang Jurgen klopp mampu mendatangkan Alex Oxlade-Chamberlain (MF) , Andrew Robertson (DF), Mohamed Salah (FW) dan yang termahal Virgil Van Dijk (DF) untuk bermain di Anfield. Dan ditahun 2018/2019 Liverpool dapat Menjuarai Liga Champions Eropa.

Juventus (Era Andrea Agnelli)
Tahun 2010 Andrea Agnelli mulai memimpin Juventus dan banyak melakukan perubahan besar ditubuh juventus. Dimulai dengan membangun Stadion baru "Juventus Arena" hingga strategi transfer nyeleneh yang dilakukan manajemen klub hadir dimasa kepemimpinan Agnelli.

Walau nyeleneh namun strategi transfer ala juventus
Ini paling mengagumkan publik persepakbolaan dunia. Prinsip juventus adalah membeli pemain bintang dengan status free transfer dan membina pemain potensial menjadi bintang. Juventus berhasil meraup untung besar dari membeli "murah" Alvaro Morata dari Real Madrid dan Kembali menjual Ke Real Madrid dengan harga jauh lebih tinggi dan membeli "murah" Arturo Vidal dan Menjual dengan harga fantastis ke Bayern Muenchen, yang tersukses Juve mendapatkan Pogba dari Manchester United dengan Free Transfer dan kembali menjualnya ke MU dengan nilai ā¬105 juta atau setara Rp1,6 Triliun.
Dari hasil penjualan tersebut Si Nyonya Tua menggemparkan dunia setelah berhasil membeli salah satu pemain terbaik dunia yaitu Cristiano Ronaldo. Memang secara prestasi Juventus baru bisa mendominasi Serie A Italia namun potensi juara Liga Champions Eropa terbuka lebar melihat komposisi pemain Juventus Saat ini.
Persib Bandung 2020
Bila kita perhatikan lebih dalam strategi transfer Persib di musim 2020 mirip dengan barcelona 2008 yang membeli pemain untuk menambal kelemahan tim dan mengorbitkan banyak pemain lokal binaan Persib agar menjadi tulang punggung tim dimasa mendatang.
Ketika diteliti lebih dalam lagi melepas Ezechiel N'douasell dengan sistem transfer mirip dengan Liverpool yang menjual coutinho dan mendapatkan beberapa pemain yang sangat berkontribusi buat tim. Melepas King Eze sebenarnya tidak sepenuhnya kerugian buat Persib karena dari penjualan tersebut Persib mendapat dana yang lumayan untuk menambah anggaran belanja pemain. Semoga pemain baru yang didapatkan Persib seperti Mohamed Salah yang tidak mahal namun kontribusinya sangat besar untuk prestasi Persib kedepan.
Untuk duo naturalisasi Ilija Spasojevic dan Irfan Bachdim sepertinya Persib Meniru Juventus yang ingin mendapatkannya dengan Free Transfer, perlu diketahui kedua pemain tersebut masih terikat kontrak dengan Bali United jadi peminat kedua pemain tersebut harus membayar Transfer kepindahan dan tentu saja gaji yang besar karena pemain tersebut setara pemain asing. Bila seperti itu siapa kira-kira klub yang rela membayar biaya besar tersebut? Jelas persib diuntungkan dengan situasi ini, peminat lain akan berpikir keras untuk menebus kedua pemain ini. Dan beruntungnya persib punya kedekatan dengan manajemen Bali United jadi sepertinya bila Persib deal besaran gaji yang duo naturalisasi ini ajukan mungkin Bali united rela memberikan Free Transfer untuk Persib Bandung.

Satu hal lagi yang membuat persib seperti irit dalam belanja pemain musim ini dikarenakan sudah ada sedikit titik terang dalam hal pengelolaan Stadion GBLA yang mungkin tidak lama lagi pengelolaannya akan diserahkan ke PT.PBB, Bila itu terlaksana tentu saja Manajemen Persib membutuhkan dana yang cukup besar untuk membangun fasilitas pendukung di sekitaran stadion. Dan ini pun ada kesamaan dengan Juventus yang sangat irit di bursa transfer namun setelah stadion rampung mereka dapat membeli pemain mahal karena keuntungan dari pengelolaan stadion sangat besar.
Jadi kita doakan saja yang terbaik untuk persib musim ini, Bila Strategi ini berhasil bukan tidak mungkin tahun ini Persib menjadi tim juara seperti Barcelona, Liverpool dan Juventus. Saya yakin Persib dan bobotoh ingin Persib menjadi tim juara yang punya stabilitas. Bila ingin seperti itu kita harus sabar karena tim juara tidak di bentuk dalam 1 atau 2 Tahun. Dan banyak membeli pemain mahal dan berkualitas tidak menjamin tim tersebut menjadi juara.



Komentar